Friday, 3 November 2017

Meningkatkan Qualitas Hidup Dengan Membaca dan Menulis


Masih ingatkah kita dengan masa liburan sekolah dahulu, dimana setelah liburan sekolah biasanya sang guru menyuruh anak muridnya untuk membuat suatu tulisan yang berisi tentang liburan sekolah. Saya masih ingat dengan masa-masa itu, karena tugas menulis liburan sekolah itulah yang saya gemari. Menulis merupakan salah satu kegiatan yang saya suka, menulis tentang apa saja, tentang pengalaman hidup, sesuatu yang lagi booming, yang digemari dan tentang suatu persoalan atau masalah yang bila ditulis, biasanya ketemu jalan keluarnya, ajaib kan...! Pokoknya apa saja bisa dijadikan bahan tulisan.

Menulis identik sekali dengan membaca dan pengalaman. Orang akan bisa menulis bila sering membaca atau memiliki pengalaman yang pernah dialami, karena akan bercerita dalam tulisannya. Kedua hal itulah yang biasanya yang membuat saya bisa menulis. Pengalaman-pengalaman yang pernah dialami bisa dijadikan tulisan, seperti layaknya orang curhat (curahan hati) atau bercerita, namun tidak ada lawan bicaranya, melainkan hanya sebuah pena dan kertas. Menceritakan pengalaman hidup melalui tulisan, tanpa disadari dapat menjadi sebuah buku, apalagi pengalaman hidup yang sangat berharga dan bila dishare lewat tulisan dan dipublikasikan, akan menjadi motivasi bagi siapa saja yang membacanya.

Membaca dan Menulis dapat meningkatkan qualitas hidup seseorang, mengapa demikian karena bila banyak membaca buku, artikel, jurnal dan karya ilmiah (kunjungi Lemlit Trijurnal) dan sebagainya, maka otak dan pikiran akan terisi penuh dengan ilmu pengetahuan yang tanpa disadari akan berguna kelak dikemudian hari. membaca itu ibarat menabung ilmu pengetahuan pada memory otak, apalagi dengan bacaan atau ilmu pengetahuan yang up to date. Otak akan penuh terisi informasi-informasi yang suatu saat akan dapat digunakan dalam mengarungi kehidupan ini, seperti ada slogan yang banyak diucapkan orang, yaitu "siapa yang menguasai informasi, maka akan menguasai dunia".

Slogan tersebut ternyata benar adanya, seperti sekarang ini di era informasi, dimana informasi banyak bertebaran dimana-mana saling terintegrasi, berinteraksi dan berevolusi. Informasi-informasi mengenai apa saja dapat dilihat dimana-mana kapan saja dan tidak terhalang oleh ruang dan waktu. Pada era digitalisasi dan komunikasi saat ini, tanpa disadari adalah banyak sekali bacaan dan tulisan yang beredar pada dunia maya, mau tidak mau bila ingin mengaksesnya, pasti dengan membacanya dan menuliskannya, sehingga akan menghasilkan suatu informasi baru.
Informasi-informasi yang teintegrasi, berinteraksi dan berevolusi tadi memainkan fungsinya masing-masing sehingga menghasilkan informasi baru yang dapat melahirkan suatu kreatifitas, gagasan, ide, inspirasi dan inovasi baru dibidang apa saja. Berkembangnya informasi makan akan sejalan dengan berkembangnya kreatifitas, dikarenakan adanya proses integrasi, interaksi dan evolusi bagi informasi atau ilmu pengetahuan itu sendiri. Kreatifitas, gagasan atau ide itu akan lahir dan berkembang dengan banyaknya pengalaman, membaca dan menulis, mustahil bila tidak memiliki pengalaman, tidak membaca dan tidak menulis dapat memiliki sebuah ide atau kreatifitas. Pengalaman dan membaca akan membawa manusia untuk berimajinasi dan akhirnya bermimpi akan sesuatu, dipikirkan, dibaca lagi, dituliskan dan diaplikasikan, maka mimpi dan imajinasi tersebut dapat terwujud.

Salah satu cendikiawan muslim yang sangat berpengaruh di dunia dan bukunya banyak dirujuk oleh para cendikiawan lainnya sampai sekarang yaitu "Mukaddimah" oleh Ibnu Khaldun. Buku tersebut adalah baru pembuka dari kitab yang ditulisnya. Buku Mukaddimah tersebut kurang lebih 1000 halaman dan berisi ilmu apa saja, ada ekonomi, fisika, matematika, kedokteran, sosiologi dan lain sebagainya. Ibnu Khaldun bisa menulis dikarenakan dalam hidupnya beliau telah hafal Al-Quran sejak kecil, kebetulan beliau orang Tunisia, yang bahasanya Arab juga. Al-Quran berisi semua ilmu pengetahuan yang ada dibumi ini, karena Ibnu Khaldun sudah membaca dan hafal Al-Quran maka, dalam otak dan pikiran beliau berisi ilmu pengetahuan dan informasi yang sangat banyak, belum lagi dengan ilmu pengetahuan lain dan pengalaman hidup yang didapatnya ketika beliau beranjak remaja dan dewasa. Ilmu pengetahuan dan informasi serta pengalaman tadi yang ada diotak dan pikiran beliau saling terintegrasi, berinteraksi dan berevolusi, sehingga beliau dapat menuliskan ilmu pengetahuan baru dan buah pemikiran beliau dapat dinikmati sampai sekarang ini.

Uraian-uraian tadi semoga dapat memotivasi kita semua, dengan membaca dan menulis dapat meningkatkan qualitas hidup kita di lingkungan civitas akademika Universitas Trisakti, di masyarakat dalam kehidupan berbangsa, beragama dan bernegara. Marilah budayakan membaca dan menulis agar kita dapat menguasai informasi dan ilmu pengetahuan sehingga kita akan menguasai dunia ini dengan kemaslahatan dan wellbeing bagi umat seluruhnya. Waulluhualam Bishawab.

Thursday, 2 November 2017

Lemlit Trijurnal Sarana Mencerdaskan Bangsa


Lemlit Trijurnal yang dimiliki Universitas Trisakti, berisikan e-jurnal dari semua program studi di lingkungan civitas akademika Universitas Trisakti. Jurnal-jurnal yang merupkan hasil penelitian dari para mahasiswa dan dosen, dapat di upload disini dan dapat dibaca dan bermanfaat bagi siapa saja yang mengaksesnya, sesuai dengan kebutuhannya.

Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para akademisi, diharapkan dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi dimasyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus dapat menambah khazanah keilmuan. Penelitian-penelitain yang dilakukan biasanya berangkat dari sebuah masalah ataupun persoalan yang ada, dengan diteliti atau dengan mengadakan penelitian diharapkan persoalan-persoalan tersebut dapat dipecahkan dan menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi si peneliti maupun masyarakat, lembaga, pemerintah dan sebagainya.

Lemlit Trijurnal, Insha Allah dapat mengakomodir itu semua, misal bila ingin meneliti yang berkaitan dengan persoalan ekonomi, maka dapat dilihat jurnal-jurnal terdahulu atau penelitian sebelumnya yang ada pada jurnal, maka kunjungilah Lemlit Trijurnal. Carilah jurnal yang berkaitan dengan penelitiannya, misalnya Jurnal Media Riset Bisnis & Manajemen, Jurnal Manajemen & Pemasaran Jasa, Media Riset Akuntansi, Auditing & Informasi, Media Ekonomi, The Indonesian Management & Accounting Research (IMAR) dan Business & Entrepreneurial Review (BER).

Mengunjungi Lemlit Trijurnal  untuk penelitian atau menambah wawasan keilmuan yang up to date, diharapkan dapat menumbuh kembangkan ide-ide, inspirasi, inovasi dan gagasan-gagasan, kebermanfaatan Lemlit Trijurnal dapat dirasakan bagi siapa saja yang mengaksesnya, sehingga yang mengaksesnya dapat menjadi lebih cerdas dari sebelumnya, lebih kritis dan berwawasan keilmuan yang luas untuk menyikapi persoalan hidup.

Wednesday, 1 November 2017

Memecahkan Persoalan hidup dengan Membaca dan Menulis


Manusia terlahir di dunia ini adalah merupakan sebagai individu yang terlahir sempurna. Kesempurnaan manusia ditandai dengan adanya akal dan pikiran, inilah yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya. Manusia dibekali akal dan pikiran sebagai modal hidup dari Sang Pencipta. Manusia agar dapat terus hidup dimuka bumi yaitu dengan mimpi, berpikir, membaca, menulis dan bertindak, hal itulah yang terus dilakukan manusia sesungguhnya. Hakikatnya manusia itulah yang dinamakan learning process manusia agar dapat hidup terus dimuka bumi. Hal ini tercermin dalam Al-Quran: 
Bacalah dengan [menyebut] nama Tuhanmu Yang menciptakan, (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (2) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, (3) Yang mengajar [manusia] dengan perantaraan kalam [3]. (4) Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (5) (Al-Alaq:1-5). 

Surah Al-Alaq adalah surah yang pertama kali diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, melalui Malaikat Jibril. Surah Al-Alaq adalah berisi tentang perintah untuk membaca, menulis dan belajar.Pentingnya membaca, menulis dan belajar ini, sampai diwahyukan dalam Al-Quran. 

Membaca, menulis dan belajar menjadikan manusia untuk dapat memecahkan persoalan yang ada dalam hidupnya, seperti kata Prof. Dr. Masudul Alam Choudhury, mengapa demikian karena bila manusia menemukan persoalan dalam hidup dan ingin menyelesaikannya maka langkah pertama adalah dengan membaca, yaitu mencarinya dalam kitab suci atau Al-Quran, karena kitab suci adalah petunjuk hidup manusia di dunia. Al-Quran berisi ilmu pengetahuan yang ada di seluruh dunia ini, yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, dengan perantara Malaikat Jibril.

Carilah di dalam hadis atau perilaku yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, carilah juga pada pendapat para sahabat Nabi Muhammad SAW, carilah di buku-buku, jurnal-jurnal ilmiah, salah satunya adalah dapat dicari pada Trijurnal Universitas Trisakti, artikel-artikel, dimana hal tersebut adalah hasil penelitian para cendekiawan, ilmuwan dan pemikir dunia. Bila kegiatan mencari semua literature tersebut telah diselesaikan dengan membaca dan menulis yang berkaitan dengan masalah atau persoalan yang terjadi, maka barulah pada tahap memodelkan persoalan tersebut dengan mensimulasikan atau memprosesnya, baik dihitung dan sebagainya, maka akan keluar hasil dari proses tersebut, dengan demikian persoalan telah terpecahkan dan terjawab sudah, sekaligus mendapatkan pengetahuan baru yang memiliki kebermanfaatan bagi orang banyak di dunia ini.

Proses pemecahan persolan atau masalah tadi itulah yang dinamakan integrasi, interaksi dan evolusi yang dimaksudkan oleh Prof. Dr. Masudul Alam Choudhury. Learning process terjadi, persoalan terpecahkan, namun tidak pernah sampai sempurna, yang ada adalah lebih baik dan lebih baik lagi, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Tuesday, 31 October 2017

Eksistensi Perguruan Tinggi Sebagai Modal Mencerdaskan Bangsa


Eksistensi perguruan tinggi tidak perlu dipertanyakan lagi, bahwa eksistensinya adalah sangat penting bagi kehidupan mencerdaskan bangsa. Bila membaca artikel dari Jim Clifton yang khawatir mengenai eksistensi perguruan tinggi yang sudah tidak penting lagi dan ada juga tulisan dari guru besar teknik UGM Prof. Sudaryono, mengenai hal ini. Tulisan tersebut menjadi penginggat para akademisi yg mengambil peran penting dari keberadaan perguruan tinggi, perlunya bersyukur, karena ada yg mengingatkan akan hal ini. Perlu mendudukan persoalan yang sebenaranya, yaitu apa sih peran dari edukasi atau pendidikan itu sendiri, dari sejak kita usia dini, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah atas dan perguruan tinggi?

Menurut saya pendidikan itu adalah sarana pembelajaran, misal ada orang tidak sekolah juga tidak masalah sebenarnya, mengapa demikian, sekolah atau universitas dibuat pertama kali sebagai taman belajar, dimana terdapat sekumpulan orang untuk belajar dan berdiskusi bersama tentang banyak hal, dimana dengan tujuan agar bisa lebih baik dari sebelumnya, atau dari tidak bisa menjadi bisa, dari yang tidak tahu jadi tahu, dari yang tadinya tidak pintar bisa menjadi pintar dan lebih pintar lagi. Bersosialisasi dan adanya interaksi satu sama lain dalam komunitas belajarnya, maka diharapkan akan mendapatkan suatu gagasan ilmu, ide, inovasi dan penemuan lainnya untuk kemaslahatan umat.

Islam mengajarkan, belajar adalah hal paling fundamental, seperti diketahui Nabi Muhammad SAW memang tidak bisa membaca, namun ada malaikat yg mengajarkannya membaca disini dapat dilihat betapa penting peran pengajar dalam mengajarkan sesuatu kepada seseorang. Surat alquran yang pertama kali turun adalah Iqra, atau bacalah berarti kita diajarkan untuk selalu belajar dan berpikir, bagaimana dengan menulis, menulis juga sangat penting dan juga disebutkan dalam alquran, menulis juga merupakan proses dari belajar, sehingga membaca dan menulis adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Bermimpi, Berpikir, membaca dan menulis adalah saling interaksi, integrasi dan berevolusi itulah yang disebut dengan learnig proses mengutip dari Prof. Dr. Masudul alam choudhury.

Bila menemukan tiga golongan dari masyarakat, pertama masyarakat yg bodoh, lalu masyarakat yang terbelakang dan masyarakat yang miskin, mana yg akan anda pilih, saya pastikan pilihlah yg bodoh agar bisa menjadi pintar karena dengan pintar, apa saja dapat di raih. Banyak fenomena di masyarakat, orang yang tidak sekolah namun sukses hidupnya, atau orang yang tidak mengenyam pendidikan tinggi namun bisa menjadi miliarder dan sebagaianya, fenomena tersebut terjadi hanya pada sebagian orang saja yang memang dapat memotivasi dirinya sendiri untuk dapati kerja keras dan kerja smart, mereka juga sebenarnya mengalami learning proses dalam dirinya hingga menjadi seorang miliarder dan sukses.

Namun pada umumnya yang memiliki selfness of learning proses tidak banyak, sehingga banyak orang perlu di motivasi, perlu di ajari, perlu di edukasi, agar mereka dapat kerja smart dan kerja keras. Nah di situlah mengapa manusia itu di lahirkan menjadi mahluk sosial dan perlu bersosialisasi, salah satunya adalah agar dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dimanakah motivasi dan pembelajaran bisa didapatkan? Yang pastinya adalah dengan adanya sekolahan dan perguruan tinggi atau univeritas, sarana ini lah salah satu yang dapat membawa perubahan pada diri kita menjadi lebih baik lagi. 

Hal ini ada korelasi dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan ibu negara Michelle Obama, banyak sekali program program yg dicanangkan dengan mengedepankan betapa pentingnya warga atau masyarakat Amerika untuk terus dapat belajar dan bersekolah sampai dengan perguruan tinggi. Namun tantangan kedepan adalah bagaimana sekolahan dan perguruan tinggi dapat mengakomodir tuntutan perkembangan zaman yang makin kompleks, dinamis dan high teknologi, itulah peran akademisi dan tenaga pendidik untuk dapat mewujudkan proses belajar yang nyaman, aman dan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga kekhawatiran mengenai eksistensi perguruan tinggi tidak perlu di takutkan tapi memang perlu dihadapi untuk perubahan perubahan mutu pendidikan dan pembelajaran lebih baik lagi.

Friday, 20 January 2017

Terima Kasih Jak FM 101 Atas Acara Makan-Makannya di Thai Alley Pacific Place


Pada Hari Jumat tanggal 23 Desember 2016 yang lalu, gw mendapatkan undangan langsung dari Radio kesayangan keluarga yaitu JAK FM 101. Gw diundang diacara "Syukuran Bola" lebih tepatnya acaranya sih seperti itu, karena JAK FM 101 ingin mengajak makan siang bareng bila Tim Kesebelasan Indonesia memenangkan laga final dengan Thailand, namun pada kenyataannya Tim Garuda Kita, kalah dengan Thailand. Namun kita tetap makan-makan diajak oleh JAK FM 101.


Pada acara tersebut dihadiri oleh para presenter pagi JAK FM 101 yaitu SARAPAN SERU Kang Ronal dan Teh Tike, ada juga produser siaran paginya itu Brother Satya, Sis Ully juga ada. Seru juga acara makan siang bareng di Thai Alley Pacific Place (kebetulan Thai Alley resto yang gw dan keluarga kunjungi kalau kangen masakan Thailand), makanan yang disajikan Thailand banget brother, asli serasa di Thailand, mantaap dah rasanya. Pada acara itu ada Kang Ronal yang bikin Quis buat kita- kita, lumayan dah voucher doang tapi bisa makan di Thai Alley lagi, tapi sayang gw gak bisa jawab quisnya, gagal deh dapet voucher makan di Thai Alley lagi. Pada acara tersebut gw dapet temen baru lumayan buat menambah silaturahmi dan pastinya bisa mendatangkan rejeki. Gw juga gak lupa bersilaturahmi dengan Kang Ronal dan Teh Tike, seru dan menyenangkan, terus acara selesai dan karena hari Jumat maka gw, Kang Ronal, Bro Satya dan Bro Indra sholat berjamaah di Basement Pacific Place, Sungguh berkesan sholat Jumat waktu itu *colek bro satya dan indra, hahahaha....   Kapan- kapan di Undang lagi ya.. aamiin yra.

Friday, 5 February 2016

Dukung Rio Haryanto di Balap Mobil F1



Alhamdulillah saya ada kesempatan untuk nulis blog lagi. Kita langsung saja ya, Akhir tahun 2015 dan awal 2016 menjadi hari- hari dimana saya selalu mengupdate berita mengenai Rio Haryanto. hampir setiap hari saya pantau terus lewat twitter dan instagram akun Rio Haryanto. Saya tidak memiliki sosmed tapi saya bisa nanya Mbah Google dan seperti biasa dengan kebaikan Mbah Google semua tersaji lengkap info dan berita mengenai Rio Haryanto. Sampai istri saya bilang, "Pasti lagi update berita Rio Haryanto ya pah..?". Saya jawab "iya, hebat nih Rio bisa ke F1, ckckckcckck, jarang - jarang nih Indonesia punya orang yang model kayak Rio".
Saya suka menonton olahraga F1 sejak duduk dibangku SMP. Pada tahun itu ada televisi swasta yang menyiarkan langsung pertandingan F1. Biasanya setelah nonton pertandingan F1 di hari minggu, maka pada hari seninnya saya dan teman- teman berdiskusi mengenai pertandingan tersebut.  Dulu saya dan teman- teman sempat diskusi, "coba ada ya, orang Indonesia yang ikut F1", yang ada kita malah bilang pada saat itu, "gak mungkin dan gak bakalan, hahaha", dan kita tertawa semua.
Namun dengan seiringnya waktu, saya sudah tidak mengikuti pertandingan F1 lagi, karena memang di televisi swasta tersebut sudah tidak menayangkan pertandingan F1 lagi. Saya mulai mengikuti lagi semenjak ada berita mengenai Rio Haryanto adalah pembalap termuda yang pernah menjajal mobil F1, disitu saya mulai tertarik lagi untuk mengikuti perkembangan pertandingan F1 dan khususnya GP2 yang kelasnya satu tingkat dibawah F1, dan dimana ada pembalap asal Indonesia Rio Haryanto ikut bertanding dikejuaraan tersebut. 
Pada bulan Maret 2015 saya ada liburan ke Melbourne Australia, kebetulan jadwal liburan saya berbarengan dengan adanya pertandingan F1 di Albert Park Melbourne Australia. Saya membeli tiket nonton F1 untuk pertandingan hari minggunya tanggal 15 Maret 2015. Saya senang sekali akhirnya bisa nonton pertandingan F1 Live di Melbourne Australia. Pada saat itu saya menjagokan Lewis Hamilton dan akhirnya dia juara di Albert Park Melbourne Australia. Semenjak saat itu saya selalu mengikuti pertandingan F1 dan GP2.
Saya sangat yakin dengan bakat Rio Haryanto, suatu hari dia pasti akan naik satu tingkat yaitu menjadi pembalap F1, menurut analisa saya, dia sudah bisa menjajal mobil F1 di usia muda dan sudah dapat licensed untuk mengendarai mobil F1, dari kecil sudah disiplin untuk jadi seorang pembalap dan selalu berprestasi, prestasinya di GP2 masuk 5 besar, seharusnya bisa 3 besar namun ada faktor lain yang saya rasa para penggemar Rio Haryanto pasti tahu mengapa. Berita negatif tentang Rio Haryanto juga tidak ada. Rio Haryanto selalu fokus dengan apa yang dia tekuni yaitu dunia balap. Sorot mata yang tajam, smart, bugar dan satu lagi tidak sombong alias low profile adalah seperti sudah menjadi icon buat Rio Haryanto.
Rio Haryanto selangkah lagi menuju F1. Banyak faktor untuk dapat menjadi pembalap F1, salah satunya adalah dana, mengapa demikian karena F1 adalah barometer dari perkembangan mobil- mobil yang sekarang ini ada di dunia. Teknologi F1 selalu akan diadaptasi ke mobil- mobil yang ada dipasaran. Balap F1 adalah salah satu ajang implementasi dari sebuah teknologi baru yang diujikan di mobil F1. Sehingga pantas saja Balap F1 adalah olahraga yang membutuhkan dana besar. Itu baru dilihat dari satu sisi yaitu teknologi, bagaimana halnya dengan sudut pandang lain, saya rasa  olah raga termahal dimuka bumi ini adalah balap F1.
Bangsa Indonesia harusnya bersyukur dengan adanya seorang anak muda seperti Rio Haryanto yang mempunya bakat untuk dapat mengendarai mobil F1 dan sejenisnya. Prestasi Rio Haryanto selama mengikuti balap mobil sejak umur belia sampai sekarang ini sudah tidak diragukan lagi. Lagu kebangsaan Indonesia selalu berkumandang dan diiringi oleh berkibarnya sang merah putih di sirkuit- sirkuit yang pernah ditaklukan oleh Rio Haryanto. Apalagi Rio Haryanto selalu bilang bahwa kemenangnnya dia hadiahkan untuk negara tercinta Indonesia. Maka sudah sangat sepantasnya bangsa Indonesia untuk dapat mendukung terus bakat yang dimiliki oleh Rio Haryanto. Dukungan pemerintah sebenarnya simple saja, yaitu adalah dana. 
Alhamdulillah pemerintah akan memberi dukungan dana, seperti yang dilakukan oleh Kemenpora yaitu akan memberikan dana Rp. 100 Miliar. Tetapi pemberian dana ini menjadi pro dan kontra dikalangan DPR dan pejabat pemerintah. Saya jadi bingung, kenapa mesti ada yang kontra mengenai hal ini. Kita tahu lah, semua orang juga tahu bahwa balap F1 itu tidak murah, apalagikan anggota DPR kan orang pilihan pastinya kepintarannya tidak diragukan lagi. Mengapa mereka masih meributkan dana Rp. 100 Milar, kalau menurut saya dana Rp.100 Miliar itu kecil lho, coba kita analisa, Rp. 100 Miliar itu sepadan dengan harga 2 rumah berukuran 500 meter di daerah Menteng. Jakarta Pusat. Seharunya pemerintah berterima kasih dengan Rio Haryanto, tanpa ada dana pembinaan untuk untuk atlit balap usia dini, namun sekarang sudah ada seorang Rio Haryanto yang siap ke F1. Kalau di hitung- hitung uang Rp. 100 Miliar anggap saja sebagai uang pembinaan untuk atlit balap usia dini. 

Berita mengenai polemik ini sudah banyak diberitakan di media- media, sehingga saya tidak perlu membahasnya lagi di blog saya. Paling tidak, bila Indonesia tidak punya sirkuit tapi punya pembalap F1 kan lebih membanggakan. Marilah kita dukung Rio Haryanto sebagai duta Indonesia di Pentas Dunia untuk dapat mengibarkan dan mengumandangkan lagu dan bendera Indonesaia Raya di sirkuit- sirkuti di seluruh dunia. Seorang Rio Haryanto bisa menjadi inpirasi bagi banyak anak muda tidak hanya di Indonesia namun di seluruh dunia. 

Best Regards

Slamet Wiharto

Thursday, 1 October 2015

Liburan ke Phuket Thailand


Indahnya hidup ini, kalimat barusan terbesit pada saat kami Team Vacation Beachy Beachy Bala Bala, Sekitar Bulan Juli 2010 yang lalu traveling ke Phuket Thailand. Kami travelling ber 21 orang padahal kebanyakan dari kami baru saja kenal, namun karena kita sehati dan memiliki kesamaan, yaitu sama sama suka travelling maka kita seperti sudah kenal berpuluh- puluh tahun lamanya, hehehe :)


Alam Di Phuket dan daerah sekitarnya sungguh indah sekali ditambah dengan keramah tamahan masyarakat Thailand dan murahnya barang- barang di Thailand termasuk souvenir, hotel dan makanan. Di negara kita juga memiliki keindahan alam yang sangat indah sekali namun dengan kurangnya promosi dan tidak kondusifnya keamanan di negara kita, maka hal inilah yang menjadi kendala bagi kemajuan pariwisata kita.


Phuket begitu terkenal karena beberapa alam sekitarnya pernah dijadikan shooting sebuah film laga action dan remaja. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dan menguak rasa penasaran, apakah benar seindah di film itu..? setelah kami kesana, memang benar sungguh indah sekali, seperti yang ada di film tersebut.


Murahnya berbagai barang dan jenis makanan, membuat kita semakin betah di Phuket, anehnya harga- harga di Phuket dengan di Indonesia, sangat jauh berbeda, lebih murah disana. Kesopanan dan keramahtamahan penduduk sekitar menjadikan Phuket sebagai daerah tujuan wisata yang sangat diminati.


Benar- benar liburan ke Phuket Thailand yang sangat menyenangkan, bisa mengunjungi Phi Phi Island, James Bond Island, Patong Night Life, dan menyusuri indahnya pantai Patong Phuket Thailand.


Slamet Wiharto